Sabtu, 19 September 2015
Arti Kehidupan
Mengapa kita harus hidup di dunia ini? Pertanyaan ini kadang-kadang mengusik kita. Padahal banyak hal yang dapat kita lakukan untuk kemashalatan bagi diri, keluarga , masyarakat, bahkan bangsa. Setiap tarikan nafas kita jika kita maknai dengan rasa syukur kepada ALLOH SWT yang tidak terhingga, maka kita akan dapat mencoba mengartikan bahwa jika oksigen di dunia ini sudah tercemar dengan polusi, maka alamat akan terjadi bencana yang dialami oleh makhluk hidup.
Maka secara tidak langsung tindakan yang dilakukan oleh diri kita atau orang lain akan berdampak besar bagi kelangsungan hidup makhlukNya. Sesungguhnya kiamat kecil-kecilan sedang terjadi saat ini dan yang akan datang, jika kita tidak segera berbuat untuk menyelamatkan alam ini dari kerusakan.
Mari kita lakukan apa yang dapat kita lakukan, sekecil apapun yang bisa kita lakukan. Kita menanam tanaman dengan perasaan sayang dan mengharapkan bahwa tanaman ini akan membawa manfaat bagi makhluk hidup, mudah-mudahan akan dicatat oleh ALLOH SWT sebagai amal yang membawa berkah.
Kenyataan bahwa diri kita terbelenggu oleh nafsu harta dan kekayaan, sehingga dapat membutakan mata hati kita. Kabut asap yang melanda hampir setiap tahun adalah salah satu sebabnya ulah manusia, manusia yang sudah tidak berfikir panjang lagi dari dampak ulahnya, yang penting keuntungan dari lahan yang sudah hangus terbakar agar tanahnya subur kembali. Jalan pintas untuk mendapatkan keuntungan denagn biaya kecil, tanpa menghiraukan bencana yang dialami oleh makhluk hidup.
Mana hati nurani kita? Balita, anak-anak, orang tua, dewasa, tidak memandang usia telah terlanjur mengalami sesak nafas mengharapkan udara di muka bumi ini bersih kembali. Mengapa kita rampas hak mereka untuk menghirup udara bersih?
Adakah kita sudah menjadi algojo yang dengan wajah dingin merampas kehidupan mereka?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Semoga menjadi pelajaran yang berharga bagi umat manusia
BalasHapus